Senin, 08 Februari 2016

4 Pantai Terindah dan Terunik di Jawa Tengah

4 Pantai Terindah dan Terunik di Jawa Tengah


Di saat musim kemarau, tentunya memang menyenangkan bila mengunjungi destinasi Alam, sehingga kita bisa merasakan keindahan alam dengan tenang dan cerah. Pantai adalah destinasi tempat wisata yang sangat luar biasa bila dikunjungi saat musim panas. Tempat wisata pantai di jawa tengah yang terkenal berikut mungkin bisa membantu Anda untuk menemukan tujuan liburan Anda dan keluarga.

Tempat Wisata Pantai Jawa Tengah Terpopuler

  • Pantai Bopong, Laguna Terindah di Indonesia!
Tempat Wisata Pantai Bopong dengan Laguna
Pantai yang berada di Kebumen ini memiliki laguna yang sangat luar biasa. Keindahan Alam yang berada di Kebumen Jawa Tengah ini tidak perlu diragukan lagi. Jika Anda ingin berkunjung ke pantai Bopong ini, letak lokasinya berada di Desa Surorejan, Kecamatan Puring, Kebumen. Yang membuat pantai ini sangat menarik adalah "Laguna". 
Laguna ini terbentuk dari aliran air sungai yang meliuk-liuk, membentuk sebuah “pulau” mini yang tentunya menarik untuk dijadikan latar fotomu. Setelah itu, puas-puasin deh bermain ombak di pantai ini! Penampakan laguna yang sangat luar biasa dari Pantai Bopong ini tidak boleh di lewatkan saat bermain atau liburan ke Jawa Tengah.
  • Pantai Karang Pandan, Hiasan 2 Karang Indah
Tempat Wisata Pantai Dengan 2 Hiasan Karang
Siapa yang tidak mengenal pulau Nusa Kambangan, Pulau yang terkenal karena penjaranya, itu semua karena Lembaga Pemasyarakatan Nusa Kambangan sangat terkenal. Tetapi, Pulau Nusa Kambangan juga memiliki kelebihan lain, yaitu berupa Pantai Karang Pandan. Pantai yang berada di Kabupaten Cilacap ini sangat menawan ini tentunya wajib untuk Anda kunjungi.
Tempat Wisata Pantai di Jawa Tengah dengan pasir bewarna puth yang sangat mempesona ini berada di sebelah timur pulau Nusa Kambangan dan tidak banyak orang tahu, jadi tempat ini masih bersih dan tidak banyak wisatawan. Panorama Pantai Karang Pandan menjadi semakin cantik dengan adanya dua pulau karang yang di sebut Pulau Majethi. Pantai ini juga seringkali dijadikan tempat untuk melakukan larung sesaji.
  • Pantai Widarapayung, Ombak Dahsyat Untuk Peselancar Handal!
Pantai Jawa Tengah Terpopuler
Lagi-lagi berada di Cilacap, pantai Wodarapayung ini adalah tempat wisata pantai dengan obak terbaik yang ada di Jawa Tengah. Jika Anda adalah seorang peselancar handal, jangan lupakan pantai Widarapayung ini. Pantai ini berlokasi di Desa Widara Payung, Kecamatan Bingangun, Cilacap. Ombak yang sangat besar akan tersaji untuk Anda para pecinta Surfing di Indonesia.
Pantai Widarapayung ini adalah destinasi wisata pantai terkenal yang wajib untuk Anda coba. Jika Anda tidak bisa berselancar, Anda bisa menikmati keindahan dari Pantai terbaik di jawa tengah yang sangat bagus ini. Selain itu, sisa-sisa bencana tsunami tahun 2006 juga masih bisa kamu saksikan di pantai ini lewat sebuah tugu peringatan yang dibangun di sana. Jangan lupa juga untuk menjajal pecel yang rasanya khas karena menggunakan kecombrang sebagai pelengkapnya.
  • Pantai Menganti, Pantai Hijau Terindah Serasa di New Zealand
Pantai Terindah di Jawa Tengah Indonesia
Pantai terindah di Indonesia dengan suasana New Zealand atau selandia baru, kini telah tersedia di Jawa tengah, tepatnya di Desa Karangduwur. Kecamatan Ayah, Kebumen memang tempatnya pantai-pantai Terindah. Pantai yang tidak banyak orang tahu ini dikelilingi oleh bukit yang hijau dan asri. Keindahan pantai ini dapat terlihat jelas bila dilihat dari bukit yang berada di sisi pantai.
Itu dia Pantai-pantai terindah yang terdapat di Jawa Tengah. Kumpulan pantai tersebut semoga dapat membantu Anda untuk menemukan destinasi wisata terbaik Anda ketika mengunjungi Jawa Tengah. Semoga Informasi yang menjelaskan "Tempat Wisata Alam Pantai di Jawa Tengah" tersebut dapat membantu Anda dalam berlibur baik bersama teman maupun bersama keluarga. Selamat Berlibur!

Rabu, 03 Februari 2016

Curug Cipendok Purwokerto

curug cipendok purwokerto
Curug Cipendok adalah air terjun dengan ketinggian 92 meter yang terletak di lereng Gunung Slamet. Curug Cipendok mempunyai daya tarik tersendiri, karena lingkungan masih betul-betul alami. Kesunyian juga masih sangat terasa, sebab belum banyak pelancong yang datang menikmati keindahan alamnya. Hawa di sekitarnya sejuk dan sepanjang jalan menuju ke sana terdapat area perkebunan. Di sekitar wilayahnya terdapat bumi perkemahan dan sebuah telaga yang bernama Telaga Pucung.

Sejarah Curug Cipendok

Nama Curug Cipendok bermula dari legenda yang masih berkaitan dengan sejarah Perang Diponegoro. Perang ini merupakan perang lima tahun (1825-1830) antara Pangeran Diponegoro melawan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda. Perang yang dimenangkan Belanda itu membuat seluruh wilayah kerajaan Surakarta termasuk wilayah Dulangmas, meliputi Kedu, Magelang, Banyumas berada dibawah kekuasaan pemerintahan kolonial. Perjanjian tersebut tertuang dalam perjanjian Dulangmas.
curug cipendok purwokerto

Salah satu wilayah Banyumas, yaitu Ajibarang, saat itu dipimpin oleh seorang Wedana Priangan timur bernama Raden Ranusentika. Pada saat itu diberi tugas untuk melakukan kerja rodi, berupa pembukaan hutan belantara di sekitar lereng Gunung Slamet untuk dijadikan area perkebunan. Sudah delapan bulan lamanya beliau memimpin pembukaan hutan di lereng Gunung Slamet, namun belum juga mendapatkan hasil. Senantiasa terjadi keanehan, pada saat pohon-pohon selesai ditebang, esoknya tumbuh lagi seperti semula. Seolah-olah seperti belum pernah ditebang sama sekali. Kejadian ini terjadi berulang-ulang, sehingga membuat bingung dan pusing Raden Ranusentika.

Karena baru kali ini menemukan permasalahan yang aneh, maka kemudian Raden Ranusentika berdoa dan bermohon kepada Tuhan dengan cara bertapa beberapa saat. Karena merasa belum mendapat petunjuk juga, beliau kemudian menyudahi bertapanya. Sembari mengusir kegundahan dan mencari jalan keluar, Raden Ranusentika pergi memancing ikan di dekat air terjun. Di tengah-tengahnya memancing, tiba-tiba beliau merasa kailnya seperti ditarik-tarik oleh ikan yang besar, sampai-sampai gagang pancingnya melengkung.
curug cipendok purwokerto


Namun alangkah terkejutnya, saat pancingnya ditarik bukannya ikan yang didapat, melainkan sebuah barang mirip cincin yang merupakan pendok atau cincin warangka keris yang bersinar kuning keemasan. Ketika didekatkan, tiba-tiba Raden Ranusentika bisa melihat banyak sekali makhluk halus yang berada di hutan yang telah ditebang habis. Mereka semua yang selama ini menggagalkan pekerjaan Raden Ranusentika.

Atas usulan Breden Santa, seorang kepala pekerja, air terjun dimana Raden Ranusentika menemukan pendok keris, dinamakan Curug Cipendok. Berasal dari Bahasa Sunda kata curug berarti air terjun dan pendok berarti cincin dari bilah keris. Selain menemukan pendok, Raden Ranusentika juga ditemui seorang makhluk halus berujud peri, bernama Dewi Masinten Putri Sudhem yang bersedia membantu menyelesaikan pekerjaan pembukaan hutan tersebut. Akhirnya, pekerjaan pembukaan hutan berhasil diselesaikan dengan baik. Dewi Masinten Putri Sudhem kemudian diboyong ke Kadipaten Ajibarang, menjadi garwa padmi (selir) dari Raden Ranusentika

Lokasi Curug Cipendok

Curug Cipendok terletak di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Lokasi air terjun ini cukup mudah untuk dicapai. Jalan menuju lokasi sudah diaspal semua. Sampai lokasi parkir, kemudian harus berjalan menuju lokasi air terjun. Di jalan menuju lokasi, banyak warung yang menjajakan Mendoan, susu murni yang bisa ditemukan di warung-warung rumah penduduk. Perkebunan tomat, cabai dan seledri cukup menarik dinimati dalam perjalanan menuju lokasi. Belum lagi sungai-sungai kecil denga air jernih mengalir, bisa mengundang untuk turun sejenak merasakan sejuk dan jernihnya air pegunungan. Bila hari besar seperti libur lebaran, lokasi ini cukup ramai dikunjungi setiap tahunnya.
curug cipendok purwokerto
Keindahan alam Curug Cipendok baru dilirik pemerintah kabupaten Banyumas pada tahun 1984 dan pembukaannya secara resmi sebagai obyek wisata baru dilaksanakan pada tanggal 27 Februari 1987 setelah membangun sarana ala kadarnya, seperti tempat peristirahan dan mushola. Usaha-usaha peningkatan pelayanan juga masih terus dilakukan. Hal ini terbukti dengan berbagai langkah yang diambil pemerintah dalam usaha mempromosikan lewat peta pariwisata Banyumas dan pengadaan sarana demi saran untuk dapat menunjang kenyamanan pengunjung. Seperti terlihat dari pembangunan tempat bermain anak, pementasan hiburan, perbaikan jalan, penambahan obyek wisata yaitu Telaga Pucung yang berada sekitar 500 meter arah barat dari lokasi Curug, dll.

Daya tarik objek wisata ini adalah telaga dengan air yang cukup jernih dan di sekitarnya dikelilingi hutan yang masih alami. Selain itu, wisatawan juga dapat mendengar suara-suara burung langka seperti elang Jawa yang terbang berputar-putar di atas telaga. Apalagi, bagi pengunjung yang beruntung dapat melihat spesies endemik sejenis monyet berwarna abu-abu yakni rek-rek.

Tempat wisata yang masuk dalam wilayah Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur tersebut mulai dibenahi dengan berbagai fasilitas, karena dijadikan tujuan wisata secara resmi. KPH Banyumas Timur telah melengkapi dengan tempat parkir, tempat istirahat, dan kamar mandi. Bahkan, Perhutani telah memberi nama-nama pohon langka yang hidup di situ. Tujuannya tidak lain diperuntukkan bagi para pelajar, di samping menikmati alam, mereka juga dapat mengenal tumbuh-tumbuhan langka yang hidup di tempat itu. 

Aksesbilitas

Untuk masuk ke lokasi Curug Cipendok, bisa ditempuh melalui kota Purwokerto, menuju ke jalan Jend. Sudirman, ke arah alun-alun. Kemudian lurus menuju ke jalan raya Cilongok sampai pertigaan Losari, sekitar 14 km dari Purwokerto. Selanjutnya, ada tanda berupa rambu lampu kuning, Anda belok kekanan menuju lokasi dengan jarak sekitar 8 km.[2]

Dari jalan raya Cilongok menuju lokasi berjarak 8 km dengan kondisi jalan naik dan berkelok, tapi aspalnya sudah halus. Di sekitar lokasi Curug Cipendok, ada juga wisata telaga yang sungguh menakjubkan yakni Telaga Pucung. Telaga setempat dikelilingi oleh hutan pinus dan damar, sehingga sangat cocok untuk camping ground.

Bagi yang tidak mempunyai kendaraan pribadi ataupun ingin mengunjungi kawasan Curug Cipendok tanpa menggunakan kendaraan pribadi, dapat memanfaatkan angkutan umum (Koperades). Angkutan umum ini mempunyai trayek jalur Ajibarang - Losari - Kalisari - KarangTengah - Lebaksiu - Curug Cipendok. Pada hari biasa Koperades ini biasanya hanya melayani rute Ajibarang - Losari - Lebaksiu (KarangTengah), namun bisa disewa (dicarter) untuk membawa pelancong yang ingin menuju Curug Cipendok. Biasanya untuk para pelancong yang ingin menyewa Koperades, bisa mencari di pertigaan Losari (desa KarangLo).

Antara Curug Cipendok dengan tempat parkir mobil masih tersisa sekitar 500 meter. Namun jangan khawatir, perjalanan 500 meter jalan dari pintu masuk menuju curug tidak bakal membuat bosan. Justru sebaliknya, perjalanan tersebut membuat pengunjung dibawa memasuki alam yang masih asri. Dengan jalan yang naik turun, wisatawan yang datang akan disambut dengan suara-suara serangga khas hutan tropis.

Setelah berjalan sekitar 15-20 menit, sebelum sampai Curug Cipendok akan terdengar suara gemuruh seperti hujan lebat. Itulah suara air terjun yang turun dari ketinggian hampir 100 meter tersebut. Udara dingin ditambah dengan titik-titik air membuat suasana damai dan fresh. Jika sudah agak siang, sinar matahari yang bersinar membuat pelangi tipis hasil pantulan titik-titik air yang turun.

Telaga Sunyi nan Bening Hening

Sepanjang ingatan yang mulai memendek, ini adalah kali ketiga saya berkunjung ke Telaga Sunyi Baturraden yang berada di pinggang Gunung Slamet, masih di dalam kawasan wisata Baturraden, Banyumas. Kawasan wisata Telaga Sunyi ini berjarak sekitar 2,5 km dari depan atau sebelum pintu gerbang Wanawisata Baturaden, arah ke Timur Laut.
Perjalanan ke Telaga Sunyi Baturraden melewati pinggir padang rumput milik Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul Sapi Perah. Ini mengungkit kenangan sewaktu kelas-3 SMA Negeri 1 Purwokerto. Bersama seorang teman kami ke Balai Besar ini untuk melihat proses inseminasi buatan pada sapi perah sebagai bahan untuk penulisan tugas akhir.
Setelah melewati padang rumput Balai Besar yang lebarnya tak kurang dari 425 meter itu jalanan mulai berkelok. Tak berapa lama kemudian kami melintas di depan Hotel Queen Garden yang ada di kanan jalan. Selanjutnya kami melewati area Baturraden Adventure Forest di sebelah kiri sebelum akhirnya sampai di kawasan Telaga Sunyi Baturraden.
telaga sunyi baturraden
Gerbang masuk ke area Wisata Alam Telaga Sunyi Baturraden, dengan loket pembayaran tiket masuk sebesar Rp. 7.000 per orang berada di bilik di bagian kanan gerbang. Area parkir cukup luas, dikelilingi pohon-pohon Damar tinggi yang melindungi pejalan dari panas matahari. Udara pegunungan yang sejuk ramah menerpa ketika saya turun dari kendaraan.
Beberapa pendopo berukuran sedang tersedia di dekat tempat parkir, cukup memadai untuk berteduh ketika hujan turun. Lapangan rumput di bawah pepohonan, dengan beberapa buah permainan anak di dalamnya, tampak bersih dan terawat. Jalan setapak teduh diapit pepohonan tinggi kami lalui ketika menuju ke lokasi utama Telaga Sunyi Baturraden.
Jalan setapak itu kemudian berbelok ke kanan, melipir melawan aliran air di selokan kecil di sisi kanan jalan setapak yang airnya sangat jernih. Sementara di sisi kiri bawah adalah sungai yang meneruskan aliran air dari Telaga Sunyi Baturraden, dengan serakan batu gunung berukuran besar di sepanjang badan sungainya. Air sungai juga sangat bening.
telaga sunyi baturraden
Rekahan batu gunung berukuran besar ini berada di sebelah bawah Telaga Sunyi Baturraden, menjadikannya jalur aliran sungai yang menampung limpahan air dari telaga. Air yang mengalir sungguh jernih, bening tanpa cela, sehingga dasar batuannya terlihat sangat jelas. Bebatuan di sekitar sungai menjadi tempat nongkrong nyaman, dan bagus untuk selfi.
Kali kedua pergi ke tepian Telaga Sunyi Baturraden ini hanya ada sepasang muda-mudi yang tengah bercengkerama di tepian telaga yang berbentuk seperti kantung ini. Tempat yang hening sejuk ini membuat orang betah duduk berlama-lama, mengamati beningnya air. Lumut yang tumbuh di dasar sungai memberi pantulan warna yang elok pada air yang jernih ini.
telaga sunyi baturraden
Bagian ujung Telaga Sunyi Baturraden, dengan sebagian dasar air berwarna kehijauan, dan serakan bebatuan besar di sisi kanannya. Tebing pada ujung foto menjadi dinding curug kecil yang airnya jatuh ke dalam telaga. Kali ketiga saya datang ke sini, tempat ini cukup ramai, dengan sejumlah penyelam berdiri menggigil kedinginan di tepian telaga.
Mereka baru saja menyelam ke dasar telaga yang dalamnya mencapai 5 meter ini, serta mengambil foto yang dipamerkannya ke sejumlah pengunjung. Air di sini memang sangat dingin, membuat pori-pori mengkerut dan seketika menyegarkan wajah saat dibasuhkan. Karena kedalaman dan dinginnya air Telaga Sunyi inilah ada tanda larangan mandi di sini.
Meskipun baru saja diselami oleh orang-orang itu, namun air telaga tampak tak berubah, tetap saja jernih dan menawan. Bebatuan di dasar telaga pun masih terlihat sangat jelas karena permukaan air Telaga Sunyi Baturraden juga sangat tenang. Suasananya masih sangat alami, hanya akses jalannya saja yang diperbaiki dan sedikit sentuhan lainnya.
Meskipun area di sekitar lokasi utama Telaga Sunyi Baturraden agak sempit, dengan sisi kanan telaga berbatas tebing, namun tersedia cukup banyak bebatuan di seberang sungai yang nyaman untuk nongkrong. Tak terlihat ada warung dan pedagang asong di tempat ini, karena lokasinya memang jauh dari permukiman dan tak ada layanan angkutan umum reguler.
Telaga Sunyi Baturraden selengkapnya: 4.Tengara 5.Kali 6.Lumut Hijau 7.Jernih 8.Dasar Telaga 9.Kehijauan 10.Bening 11.Berpagar 12.Area Pandang 13.Batuan Beku 14.Jalan Setapak 15.Pendopo 16.Bening 17.Kristal 18.Selfi 19.Mengisi Air 20.Selam

Telaga Sunyi Baturraden

Baturraden, Banyumas. Tiket masuk: Rp. 7.000 per orang. (lihat di Peta) . Tempat Wisata di Banyumas . Hotel di Purwokerto

TAHUN BARU DI IMOGIRI Pengalaman Liburan Berbeda di Alam Desa nan Asri

Anda sedang menikmati libur akhir tahun di Jogja?
Jika sudah pernah menikmati keriuhan pergantian tahun di pusat kota, tak ada salahnya mencoba merayakan momen tutup tahun dalam suasana syahdu alam desa. Bagi Anda yang ini merasakan pengalaman yang berbeda, berikut alternatif liburan di kawasan timur Jogja. Tepatnya di daerah Imogiri, Bantul.
Memulai Perjalanan; Menikmati Keasrian Alam Pedesaan
Kemasi barang-barang anda, bawalah tenda, dan bersiaplah untuk menikmati suasana asri pedesaan. Imogiri Timur adalah kawasan di mana Anda bisa dengan mudah menemukan bentang hijau persawahan di kanan kiri jalan dan desa-desa wisata berbasis alam dan pertanian. Salah satunya adalah Desa Wisata Kedungmiri yang terletak di Padukuhan Wunut, Sriharjo, Imogiri.
Keunggulan desa wisata ini adalah, bentang alamnya yang dikelilingi perbukitan karst dan dibelah aliran Sungai Oya. Pemandangan yang sangat menyegarkan mata. Perbukitan karst yang subur membentuk sistem sawah berundak yang dinamai terasering Sangupati. Terasering yang bertingkat-tingkat seolah terpahat indah di bukit karst. Berwarna hijau, berpadu indah dengan legam batuan kapur perbukitan. Sedangkan Sungai Oya yang membelah pedukuhan, mencipta tengara primadona yaitu Jembatan Gantung Siluk yang lebih dikenal sebagai Jembatan Gantung Selopamioro. Jembatan sepanjang 70 meter yang membelah 2 desa, Selopamioro dan Sriharjo ini berwarna kuning, kontras dengan coklat air Sungai Oya saat musim penghujan. Di sisi utara dan selatan jembatan, perbukitan karst menjulang. Dari ujung timur menuju ujung barat, aliran Sungai Oya mengular.
Dirikanlah tenda di salah satu ujung jembatan yang merupakan camp ground. Tanah lapang yang ditumbuhi pohon jati, tepat di pinggir sungai. Tapi jangan lupa untuk meminta ijin ke Kepala Dukuh Wunut. Menghitung mundur momen tutup tahun dalam lingkaran unggun bersama obrolan hangat dan secangkir kopi nikmat, menjadi kegiatan menyenangkan meski jauh dari keramaian. Tak perlu tidur terlalu malam karena petualangan yang sebenarnya baru akan dimulai saat pagi datang.
Awali pagi pertama di tahun baru dengan bangun lebih dini. Nikmati bias mentari pagi dari puncak perbukitan, segar udara pedesaan, gemericik alunan sungai, dan cericit burung menyambut pagi. Lalu, abadikan terbitnya mentari dalam bingkai tebing karst dari ruas Jembatan Gantung Selopamioro. Nah saat aktivitas masyarakat mulai mengeliat, berkemas dan nikmatilah suasana pagi di pedesaan. Berkeliling persawahan. Menyapa ramah para petani yang mulai datang menggarap ladang.
Museum Tani Jawa; Belajar Kearifan Moyang dalam Bercocok Tanam.
Selepas menikmati indahnya pagi dengan berkeliling persawahan, kenapa tidak mampir sejenak untuk belajar tentang seluk beluk pertanian? Di Desa Wisata Kebonagung, tepatnya di Dusun Tani Cadran terdapat Museum Tani Jawa. Berbentuk bangunan khas Jogja, Joglo. Museum yang buka pada hari Senin hingga Minggu mulai pukul 08.00 - 15.00 WIB ini, menyimpan berbagai alat pertanian baik tradisional maupun modern. Diantaranya lesung, lumping, luku/bajak, sabit/arit, ani-ani, garu, cowek, caping, cangkul, gosrok dan genthong. Alat-alat pertanian yang terkadang hanya dapat kita dengar namanya tanpa bisa melihat bentuknya.
Dengan mengunjungi Museum Tani Jawa, Anda juga dapat mengenal nilai sejarah dan kearifan pertanian Jawa pada khususnya. Berbagai informasi mengenai kegiatan museum ini pun tersaji lengkap lewat artikel-artikel yang terawat dan terdokumentasikan dengan baik. Jika beruntung, Anda dapat melihat kegiatan-kegiatan menarik yang diselenggarakan oleh pengelola. Seperti pentas seni tradisional, perlombaan tandur (tanam) padi, pameran hasil pangan, festival memedi sawah, dan juga festival boneka.
Hutan Pinus Imogiri; Sejenak Melepas Lelah.
Siang menjelang, matahari mulai meninggi. Namun masih ada tempat wisata yang perlu Anda kunjungi yaitu Hutan Pinus Imogiri. Hutan pinus yang berada di daerah Dlingo, Mangunan, Imogiri ini merupakan hutan lindung yang asri. Karena letaknya yang tergolong tinggi, udara dingin nan sejuk dapat Anda nikmati di sini. Meski hutan ini selalu ramai dikunjungi namun tak ada kesan sesak karena areanya yang luas. Bangku-bangku buatan dari pohon pinus yang tumbang banyak tersedia.
Beristirahatlah sejenak, melepas lelah di atas guguran daun pinus sambil menikmati semilir angin. Sinar mentari yang mengintip diantara pepohonan pinus menjadi pemandangan yang sayang untuk dilewatkan. Jangan lupa untuk berfoto bak model profesional, Hutan Pinus Imogiri memang populer sebagai lokasi hunting foto bahkan pre-wedding. Deretan pinus yang tumbuh subur teratur tak kalah cantik dengan hutan-hutan yang sering dijadikan lokasi syuting film di luar negeri.
Membeli Oleh-Oleh; Batik Giriloyo dan Wedang Uwuh Khas Imogiri.
Hari beranjak menuju sore, saatnya bersiap untuk mengakhiri perjalanan di awal tahun baru ini. Namun ada 1 hal yang tak boleh dilewatkan, membeli oleh-oleh. Turun dari daerah Dlingo, datanglah ke Kampung Batik Giriloyo yang merupakan sentra batik tulis di Jogja. Kampung ini juga sering dijadikan sebagai lokasi syuting karena suasananya yang masih asri dan tradisional.
Di Giriloyo, sebagian besar kaum perempuannya dari muda, separuh baya, sampai yang sudah renta adalah pengrajin batik. Dengan tekun mereka menggoreskan canthing, melestarikan warisan leluhur yang telah diakui UNESCO sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity pada tahun 2009.
Sudah membeli oleh-oleh kain batik? Masih ada 1 minuman khas Imogiri yang perlu Anda beli yaitu Wedang Uwuh. Wedang Uwuh terbuat dari jahe, kayu secang, kayu manis, cengkeh, kapulaga, sereh, dan pala yang diseduh dengan air panas serta gula batu. Warnanya merah cerah, aromanya harum, dan rasanya manis sedikit pedas. Kini, Wedang Uwuh terkemas praktis dan cocok dibawa sebagai oleh-oleh. Harganya pun sangat terjangkau.
Menutup Perjalanan; Mencicip Kuliner Sate Klathak.
Saatnya pulang. Namun kurang lengkap rasanya jika Anda belum mencicipi kuliner terkenal khas Imogiri, Sate Klathak. Kuliner ini sering diliput oleh media lokal maupun nasional karena 2 keunikan. Pertama, karena hanya dibumbui dengan garam. Kedua, karena penyajiannya yang menggunakan jeruji sepeda. Penggunaan jeruji ini dipercaya dapat menghantarkan panas yang baik sehingga daging dapat matang dengan sempurna saat dibakar. Meskipun diolah dengan cara yang berbeda, rasa Sate Klathak tak kalah nikmat dengan jenis sate lainnya. Tak percaya? Buktikan saja!
Semua alternatif wisata ini berada dalam garis wilayah yang sama. Dimulai dari lokasi terjauh dan diakhiri dengan lokasi terdekat dengan pusat kota. Jadi, Anda tak perlu takut boros waktu dan bahan bakar. Dengan mencoba petualangan seru dan mendapat pengalaman baru, semoga liburan akhir tahun Anda semakin berkesan.
Selamat menikmati liburan!

Curug Bayan Kalipagu Banyumas

Letak Curug Bayan Kalipagu Banyumas hanya beberapa puluh langkah dari lokasi Dam Jepang Kalipagu, dicapai melalui jalan setapak di sebelah kiri Villa Curug Bayan yang berdiri di tepian Kali Banjaran, dengan pemandangan langsung ke arah Curug Bayan dan Dam Jepang.
Curug Bayan berada di Dusun Kalipagu, Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Ketinggian Curug Bayan Kalipagu ini mencapai 7 meter, berada di aliran Kali Banjaran yang tak begitu besar debit airnya, terutama jika tidak sedang berada di tengah musim penghujan.
Tampaknya belum ada angkutan umum reguler yang melayani pejalan untuk mencapai lokasi Curug Bayan, sehingga untuk ke sana lebih baik menggunakan kendaraan sendiri. Jika pun ada maka mungkin merupakan angkutan pedesaan yang jadwalnya tak menentu, bergantung pada terkumpulnya penumpang.


Seorang anak kecil tengah duduk di sebuah batu besar mengamati dua temannya yang sedang asik bermain air di bagian bawah Curug Bayan Kalipagu yang dibendung sehingga membentuk kolam dengan air alam yang tenang dan sangat jernih.
Ada beberapa tingkatan bendungan kecil buatan di aliran Kali Banjaran ini yang membentuk kolam-kolam renang alam yang menjadi pilihan elok untuk mandi dan bermain air pegunungan yang dingin segar, ketimbang bermain di kolam renang buatan yang ada di villa.


Ketinggian Curug Bayan Kalipagu yang mencapai 7 meter ini telah menciptakan kedung cukup dalam pada kolam air di bawah curug. Musim hujan belum lagi tiba ketika saya berkunjung ke Curug Bayan Kalipagu, sehingga alir airnya tidak begitu deras dan sangat jernih.
Kedung Curug Bayan Kalipagu cukup lebar dengan kolam air tenang yang bisa sangat mudah menggoda pengunjung untuk mencebur. Serakan batuan besar kecil di Kali Banjaran membantu memberi suasana sekitar curug, dan menjadi tempat nongkrong untuk menikmati pemandangan sekitar.


Bangunan kayu bertingkat Villa Curug Bayan di tepi Kali Banjaran, beberapa puluh meter di bawah Curug Bayan Kalipagu. Sumber air berlimpah dan jernih, udara dingin menjelang sore mendatangkan kabut romantis, membuat biaya perawatan villa di wilayah pegunungan semacam ini menjadi rendah.
Tidak perlu listrik untuk menghidupkan AC, tidak perlu air pam untuk mengisi kolam renang, dan tidak pula perlu zat kimia untuk penjernihnya. Di latar belakang sebelah kiri adalah fondasi jembatan buatan Belanda yang pernah menopang Rel Lori PLTA Ketenger dan kini sudah tidak berfungsi lagi.
Tumbuhan paku-pakuan rimbun yang menempel pada batang pohon menarik perhatian saya ketika berjalan meninggalkan Curug Bayan Kalipagu. Ada pula Surge Tank di atas tebing di sisi sebelah kiri Curug Bayan Kalipagu. Surge Tank ini merupakan bagian dari konstruksi PLTA Ketenger yang dibangun Belanda pada 1939, dan masih berfungsi hingga saat ini.
Pipa beton memanjang dan Kolam Tando PLTA Ketenger bisa dibaca pada tulisan berikutnya. Jika ada waktu, sekitar 1 km di sebelah Barat Dusun Kalipagu terdapat Hutan Damar yang dikenal sebagai Bukit Cendana. Ada pula Batu Lumpang yang terletak 1 km sebelah Utara Dusun Kalipagu yang dipercayai merupakan peninggalan bersejarah.
Akses ke Curug Bayan Kalipagu dari Terminal Purwokerto: Ke arah utara di Jalan Suwatio menuju Jalan Gerilya 0,5 km; belok kiri menuju Jalan Gerilya Jalan melalui 1 bundaran 4,0 km, terus ke Jalan Veteran 0,9 km; belok kanan untuk tetap di Jalan Veteran 1,4 km; belok kiri menuju Jalan Yos Sudarso 1,2 km, terus ke Jalan Patimura 0,2 km; belok kanan menuju Jalan Raya Karanglewas 0,6 km, belok sedikit ke kanan menuju Jalan Kertawibawa 1,8 km, belok sedikit ke kiri menuju Jalan Raya Kedungbanteng 2,6 km, terus ke Jalan Raya Keniten, lanjut lewat Kalikesur, 8,1 km lagi.
Foto Curug Bayan Kalipagu Banyumas selengkapnya: 4.Bendung 5.Kalipagu 6.Jembatan Belanda 7.Batuan 8.Pusaran Air 9.Kedung 10.Sungai Banjaran 11.Paku-Pakuan 12.Surge Tank

Curug Bayan Kalipagu

Dusun Kalipagu, Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Banyumas (lihat di Peta) . Tempat Wisata di Banyumas . Hotel di Purwokerto

Top Selfie Pinusan Kragilan, Wisata Hutan Pinus di Magelang


DSCF7109
Magelang seolah tak berhenti menebar pesona, kali ini ada tempat wisata yang sedang menjadi tren baru di Magelang, wisata hutan pinus. Saya pertama kali ngeh ada tempat wisata ini dari foto-foto Instagram Simon Onggo, setelah bertanya akhirnya saya segera meluncur ke hutan pinus yang rupanya dinamai Wisata Top Selfie Pinusan Kragilan.
Lokasinya berada di Kaponan, Pakis, yang merupakan kecmatan paling ujung di Magelang dan berada di lereng Merbabu. Tentunya hawa dingin langsung menyergap begitu saya sampai di lokasi Top Selfie Pinusan Kragilan. Wisata ini masih baru, sebulanan ini baru jadi tren karena banyak yang posting di facebook dan instagram, hutan pinus yang menjadi perbincangan lokal di Magelang.
Pengunjung terus mengalir ketika saya datang, pasti mereka sama penasarannya dengan saya, penasaran dengan hutan pinus ini. Tiket masuk hanya Rp 2.000 untuk motor dan Rp 5.000 untuk mobil, tidak ada pungutan lain selain tiket itu tadi.
DSCF7148
Hutan pinus ini terletak di lereng bukit, tidak tampak dari pinggir jalan raya. Pengunjung harus mengikuti jalanan beton sempit menuju hutan pinus. Lantas setelah merayapi bukit, kita akan tiba di lereng yang terlindungi bukit dan di sinilah lokasi Top Selfie Pinusan Kragilan berada. Sejauh mata memandang memang hanya ada pinus, hutan ini tersembunyi sampai lokasi wisata ini kemudian dipopulerkan.
Dinamai Top Selfie karena memang banyak yang berfoto selfie di tempat ini. Turunan curam menuju tempat parkir memang menjadi spot selfie paling populer, mulai selfie dengan tongsis dan hape sekadarnya sampai selfie serius dengan kamera DSLR, orang-orang datang dan ber-selfie dengan rupa-rupa gaya mereka.

Selfie dulu karena di sini namanya Top Selfie kan?
Selfie dulu karena di sini namanya Top Selfie kan?

Hutan Pinus ini memang indah, teduh saat siang, tenang semilir angin, cocok untuk yang ingin bersantai dari penat. Bagi penghobi foto, bisa mengeskplorasi hutan pinus ini yang belum semua terjelajahi, dijamin akan menemukan titik foto bagus di tempat ini.
Ada beberapa bagian hutan pinus yang dibangun seperti tempat parkir motor dan mobil, beberapa warung dan juga dek yang dipasang di pohon pinus. Untuk mengeksplorasi tempat ini sudah ada jalan setapak menuju bagian dalam hutan pinus. Sekilas hutan ini tampak kecil, tapi setelah dijelajahi rupanya luas juga dan melelahkan.
Jika ingin bertualang bisa menuruni lereng hutan pinus dan menuju Sungai Selo Tumpang. Ketika saya turun ke sungai rupanya debit airnya sedang kering karena musim kemarau. Pemandangan ketika menuruni lereng sangat magis, pinusnya merunduk teduh, menyapa hangat pengunjung yang datang.
Hutan Spot Foto
Sesuai namanya, Top Selfie Pinusan Kragilan memang tempat yang diperuntukkan untuk berfoto.  Mayoritas berfoto selfie, tapi jika dijelajahi tempat ini bagaikan taman bermain raksasa untuk para penghobi foto.
Coba bayangkan jika kabut masih turun tempat ini bisa menjadi tempat foto pre wedding yang magis. Para pencari cahaya juga bisa mengambil foto dari cahya mentari yang menerobos daun dan pohon pinus nan tinggi.
DSCF7160
DSCF7116
Saya mengkhayal seandainya dikembangkan tempat ini bisa menjadi tempat untuk hunting foto, mulai dari foto landscape, foto pre wedding, foto perpisahan kelas, foto iklan dan macam-macam. Setidaknya dari apa yang ada seperti kontur, hutan pinus dan panorama alam yang disediakan, tempat ini menjanjikan untuk menjadi salah satu tempat berburu foto.
Bisa juga tempat ini jadi syuting video, kalau melihat ambience di sini, cocok untuk syuting video a la band post rock, atau video timelapse memanfaatkan Ray of Light, hembusan angin sampai kabut yang di pagi hari masih memeluk tempat ini. Perlu waktu untuk mengembangkan tempat ini, namun setidaknya melihat animo besar mereka yang berfoto maka Top Selfie Pakisan Kragilan bisa menjadi hutan khusus untuk foto-foto di Magelang.

Foto-foto a la Instagram
Foto-foto a la Instagram
DSCF7193
Foto-foto a la Instagram
DSCF7127
Foto-foto a la Instagram

 Warga Berdaya
Top Selfie Pakisan Kragilan baru populer sebulan ini dan baru mulai dikembangkan sejak dua bulan silam. Siapakah di balik kepopuleran tempat ini? Masyarakat, warga Kragilan-lah yang mengembangkan, mempromosikan dan mengelola tempat ini.
Warga Kragilan kemudian membuat struktur organisasi pengelola. Mereka yang termasuk pengelola mengenakan seragam biru hitam dan berbagi tugas, mulai dari mengatur jalan, menjaga loket masuk, menjaga tempat parkir sampai menjadi pemandu yang tersebar di area Top Selfie Pakisan Kragilan.
Saya salut dengan semangat warga ini, pemasukan yang didapatkan dari loket masuk akan masuk ke kas dusun kemudian bagi hasil dengan warga yang turut mengelola tempat ini. Garis organisasinya tampak jelas di lapangan, ada koordinatornya, ada penanggungjawabnya dan semuanya bekerja dengan tugasnya masing-masing.

Warga mengatur pengunjung yang datang dan menarik tiket masuk
Warga mengatur pengunjung yang datang dan menarik tiket masuk

Nama Top Selfie juga masyarakat yang mencetuskan. Mereka menganggap namanya unik dan menjual, maka jadilah nama tersebut digunakan sebagai nama hutan pinus ini.
Apa yang dilakukan oleh Warga Kragilan adalah konsep cerah pengelolaan pariwisata oleh masyarakat. Di mana masyarakat melihat potensi yang dimiliki daerahnya, memiliki kemauan untuk  mengembangkan daerahnya sendiri. Mengelola mulai dari loket masuk sampai kebersihan sampah, semua oleh warga, berdikari demi daerah sendiri.
Daya dan upaya warga ini perlu didukung. Maka datanglah ke Top Selfie Pakisan Kragilan, dengan kita datang minimal kita sudah memberikan sesuatu untuk warga. Dengan mempromosikan maka warga akan senang, upaya mereka akan dikenal.
Di masa yang akan datang, seiring populernya tempat ini. Semoga warga akan mengelolanya dengan benar, membangun infrastruktur yang lebih memadai, memberikan alokasi dana untuk kebersihan dan upaya untuk menjaga alam di sekitar tempat ini supaya pengelolaan pariwisata yang mereka lakukan bisa berlanjut di masa yang akan datang. Semoga warga semakin berdaya dan belajar pengelolaan pariwisata dengan lebih baik lagi.
DSCF7112
Lokasi
Lokasi tempat wisata ini ada di Desa Kaponan, Pakis, Magelang. Nah, jika ingin menuju hutan pinus Top Selfie Pakisan Kragilan maka bisa menempuh tiga alternatif jalur.
1. Jalur Muntilan/Blabak – Ketep. Dari Ketep mengambil jalur ke arah Kopeng, kira-kira 4 kilometer dari Ketep di sebelah kiri jalan akan terlihat spanduk Top Selfie Pakisan Kragilan.
2. Jalur Kopeng. Dari Kopeng ikuti jalur ke arah Ketep, Top Selfie akan ada di kanan jalan setelah memasuki daerah Kaponan
3. Jalur Candimulyo. Dari arah Candimulyo menuju Kaponan, setelah bertemu pertigaan jalur Kopeng-Ketep ambil ke kiri/ke arah Kopeng. Top Selfie Pakisan Kragilan akan ada di kiri jalan.


Jalur menuju Top Selfie Pakisan Kragilan
Jalur menuju Top Selfie Pakisan Kragilan

Estimasi waktu tempuh dari Magelang sekitar satu jam perjalanan dengan motor dan satu setengah jam perjalanan dengan mobil. Saya menyarankan lebih baik menggunakan motor jika ke sana, jalur menuju Ketep sedikit rusak di jalur Blabak-Sawangan, pun jalur di dalam hutan pinus sempit dan susah untuk mobil berpapasan, lokasi parkir mobil pun terbatas.
Koordinat di GPS atau Google Maps : 7 27′ 39.4″ S, 110 23′ 08.6″ E
Tabik.
Seluruh foto diambil dengan Fuji Film XQ-2

Istri Selfie a la ala model
Istri Selfie a la ala model
Istri Selfie a la ala model
Istri Selfie a la ala model